MERIVEW UU TENTANG KODE ETIK AKUNTAN PUBLIK DALAM MENGHADAPI IFRS

 

Undang-undang tentang kode etik akuntan publik tercantum dalam UU NO.5 TAHUN 2011

Salah satu cara profesi akuntan publik mewujudkan perilaku profesional salah satunya adalah pengaruh dari pelaksanaan etika profesi yang telah ditetapkan oleh IAI yaitu Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode etik dibuat dengan tujuan untuk menentukan standar perilaku bagi para akuntan, terutama akuntan publik.

Kode etik profesi diperlukan karena alasan-alasan sebagai berikut :

  1. Kebutuhan akan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas jasa yang diberikan.
  2. Masyarakat tidak dapat diharapkan mampu menilai kualitas jasa yang diberikan oleh profesi.
  3. Meningkatnya kompetisi di antara anggota profesi.

Tujuan akuntan publik :

  1. melindungi kepentingan publik,
  2. mendukung perekonomian yang sehat, efisien, dan transparan,
  3. memelihara integritas profesi Akuntan Publik,
  4. meningkatkan kompetensi dan kualitas profesi Akuntan Publik; serta
  5. melindungi kepentingan profesi Akuntan Publik sesuai dengan standar dan kode etik profesi.

Untuk lebih jelas, berikut adalah link isi uraian dan penjelasan dari UU NO.5 TAHUN 2011

http://www.setjen.depkeu.go.id/download/ppajp/UUNo5Tahun2011tentangAkuntanPublik.pdf

 

Pengertian IFRS

Standar Pelaporan Keuangan Internasional atau International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah Standar dasar, Pengertian dan Kerangka Kerja (1989) yang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional atau International Accounting Standards Board (IASB).

Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional Internasional Accounting Standards Committee (IASC). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.

IFRS dianggap sebagai kumpulan standar “dasar prinsip” yang kemudian menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.

Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:

  • Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional atau Internasional Financial Reporting Standards (IFRS) -dikeluarkan setelah tahun 2001
  • Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional atau International Accounting Standards (IAS)) -dikeluarkan sebelum tahun 2001
  • Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional atau International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC)) -dikelularkan setelah tahun 2001
  • Standing Interpretations Committee (SIC)—dikeluarkan sebelum tahun 2001
  • Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan (1989) atau (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements (1989)

Penerapan atau implementasi IFRS di indonesia

Indonesia merupakan bagian dari IFAC (International Federation of Accountant) yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya adalah dengan menggunakan IFRS sebagai accounting standard. Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum.

Implementasi IFRS dapat memberikan dampak positif dan negatif dalam dunia bisnis dan jasa audit di Indonesia. Berikut ini adalah berbagai dampak dalam penerapan IFRS :

  1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
  2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
  3. Kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harga fluktuatif.
  4. Smoothing income menjadi semakin sulit dengan  penggunakan balance sheet approach dan fair value.
  5. Principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management).
 
  1. Penggunaan off balance sheet semakin terbatas.

Terdapat 3 tahapan dalam melakukan konvergensi IFRS di Indonesia, yaitu:

  1. Tahap Adopsi (2008 – 2011), meliputi aktivitas dimana seluruh IFRS diadopsi ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, dan evaluasi terhadap PSAK yang berlaku.
  2. Tahap Persiapan Akhir (2011), dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap persiapan infrastruktur yang diperlukan. Selanjutnya, dilakukan penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS.
  3. Tahap Implementasi (2012), berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK IFRS secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK secara komprehensif.

Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di indonesia menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal.

Kendala adopsi IFRS di Indonesia terdapat 3 hal yaitu :

  1. Kurang siapnya infrastruktur seperti DSAK sebagai financial accounting standart setter
  2. Kondisi perundang-undang yang belum tentu sinkron dengan IFRS
  3. Kurang siapnya SDM dan dunia pendidikan di Indonesia.

UU kode etik akuntansi publik menghadapi era IFRS

Akuntan publik merupakan akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasanya di Indonesia. Ketentuan yang mengatur akuntan ini telah tercantum pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011tentang Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008tentang jasa Akuntan Publik. Setiap Akuntan Publik diwajibkan untuk menjadianggota dari Ikatan Akuntan Publik Indonesia yang merupakan organisasi atauasosiasi profesi yang sudah diakui oleh Pemerintah Indonesia.Menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) dan Pasar bebas AFTA pada tahun 2015 mendatang, para akuntan publik di indonesia secara tidak langsung harus mengikuti standar laporan keuangan IFRS. Apalagi Undang-Undang No.5 Tentang Akuntan Publik memang sudah nyata-nyata memberikan lampu hijau bagi akuntan asing untuk berkiprah di kancah nasional. Secara tidak langsung, kondisi seperti ini bisa membuat akuntan Indonesia kehilangan pangsa pasar karena perusahaan-perusahaan di Indonesia tentunya akan lebih memilih untuk merekrut akuntan asing yg sudah lebih dulu paham tentang standard IFRS.Butuh dukungan penuh dari pemerintah pusat agar Indonesia bisa mengadopsi Sistem Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) secara penuh. Selama ini proses adopsi itu berlangsung lamban karena keterbatasan sumber daya, baik dari Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) maupun para pelaku di sektor akuntansi ini.Untuk menghadapi kemajuan perekonomian yang berkembang pesat secara global maka,Konvergensi IFRS di Indonesia perlu didukung agar Indonesia memperoleh pengakuan maksimal dari komunitas Internasional khusunya di mata investor global. Dengan diadopsinya IFRS di Indonesia, maka proses rekonsiliasi bisnis dalam bisnis lintas negara akan semakin mudah.  Dapat dikatakan demikian karena diterapkannya suatu standar internasional akan meningkatkan kepercayaan internasional untuk berinvestasi di Indonesia.Dengan kesiapan adopsi IFRS sebagai standar akuntansi global yang tunggal, perusahaan Indonesia akan siap dan mampu untuk bertransaksi, termasuk merger dan akuisisi lintasnegara.

 

Refrensi :

http://www.iaiglobal.or.id/berita/detail.php?id=432

http://id.wikipedia.org/wiki/Standar_Pelaporan_Keuangan_Internasional

http://akuntansiuny.blogspot.com/2011/04/ifrs.html

http://www.setjen.depkeu.go.id/download/ppajp/UUNo5Tahun2011tentangAkuntanPublik.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: