Indonesia impor sapi dan pembatasan impor sapi


Indonesia memutuskan untuk mengimpor sapi dari negara lain. Keputusan tersebut diambil karena melihat kebutuhan masyarakat indonesia akan kebutuhan daging. Negara yang ditunjuk untuk mengimporkan sapi nya ke indonesia adalah negara australia. Indonesia mengambil keputusan untuk impor sapi dari australia karena ketidakmampuan nya untuk memenuhi kebutuhan daging untuk seluruh wilayah di indonesia.
 
Negara indonesia bukan tidak percaya kepada kemampuan para perternak dan pemotongan nya namun, para peternak ini tidak dapat memenuhi kebutuhan daging bagi seluruh wilayah indonesia ini. Berbagai polemik yang ada sebelum pemerintah indonesia mengambil keputusan ini. Polemik tersebut khususnya berasal dari perternak yang merasa dirugikan dengan ada nya impor sapi. Bagi para peternak dengan ada nya impor sapi ini membuat harga jual sapi mereka menjadi lebih rendah. Perternak merasa dirugikan mereka merasa tidak mendapatkan keuntungan yang lebih.
 
Pemerintah indonesia mengimpor sapi dalam bentuk sapi hidup, daging segar, dan daging beku. Sapi hidup diimpor karena ketersediaan sapi lokal tidak mencukupi. Sapi hidup di impor sehingga agar dapat di pelihara di perternak yang telah di percayakan yang nanti nya sapi tersebut jika sudah layak yang kemudian untuk di potong. Banyak perternak menolak dengan ada nya impor sapi ini sehingga pendapatan mereka berkurang dan berujung pada pengurangan karyawan.
 
Melihat dari sisi baik dari impor sendiri itu dapat memenuhi kebutuhan daging untuk seluruh wilayah di indonesia. Sebenarnya negara kita ini untuk konsumsi daging nya masih kalah dengan negara malaysia. Mengkonsumsi daging itu hal yang cukup penting khusus bagi anak bangsa karena mengadung protein yang tinggi.
 
Permasalahan bukan hanya datang dari negara indonesia sendiri melainkan juga dari negara pengimpor sapi kita yaitu australia. Permasalahan bagi negara australia yaitu mereka memutuskan untuk berhenti mengimpor sapi ke indonesia karena ada suatu permasalahan.
 
Permasalahan bagi pihak australia memutuskan untuk menghentikan ekspor sapi ke indonesia adalah karena tidak layak nya tempat rumah pemotongan hewan. Bagi australia rumah pemotongan hewan di indonesia itu tidak layak. Rumah pemotongan hewan di indonesia tidak sesuai dengan standar pemotongan hewan internasional. Mereka juga beranggapan walau pun kita menggunakan sistem pemotongan hewan secara islam, namun mereka melihat banyak nya penyiksaan terhadap sapi yang akan di potong. Sehingga pihak australia mencabut izin untuk ekspor sapi ke indonesia.
 
Polemik masalah indonesia mengimpor sapi dari australia kini kian silih berganti. Permasalah datang dari dalam negeri yakni :

  • Adanya politisasi dalam impor sapi
  • Adanya penolakkan impor sapi dari pedagang sapi
  • Masalah impor sapi tentang kehalal lan
  • Masalah rumah pemotongan hewan
  • Jumlah kuota impor


Permasalahan datang dari negara yang bekerjasama dengan indonesia yakni :

  • Adanya permasalahan tempat pemotongan hewan di negara indonesia
  • Permasalahan tentang kehalal lan
  • Adanya politisasi dalam ekspor sapi
  • Masalah dalam pengakutan ekspor sapi hidup ke indonesia


Setelah ada nya penghentian dari australia untuk ekspor sapi ke indonesia. Pemerintah indonesia juga mulai memeperbaiki diri. Dengan cara menghidupkan kembali perternakan yang ada guna mengurangi kertergantungan dari sapi impor. Pemerintah berharap produksi daging sapi dari para peternak dapat mencukupi kebutuhan daging untuk seluruh wilayah indonesia. Namun ternyata melihat kenyataan memang indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan daging sendiri. Indonesia tetap membutuhkan sapi impor untuk memenuhi kebutuhan nya.
 
Pemerintah indonesia harus bisa bersikap dengan tegas. Maksud nya adalah pemerintah dapat berlaku adil, jadi pemerintah tetap bisa mempercayakan kepada peternak untuk dapat menghasilkan daging. Hasil dari para perternak dapat secara langsung di distribusikan kepada masyarakat. Bagi para pengusaha seperti usaha yang mengolah daging, restoran dan lain sebagainya pemerintah dapat menyediakan dengan daging impor, sehingga jumlah kuota impor sapi dapat di perketat. Diharapkan dengan keputusan ini dapat meningkatkan konsumsi daging indonesia menjadi ideal.
 
Pemerintah indonesia dapat mengotrol impor sapi yakni dengan ada nya kebijakan pasar. Jadi pemerintah dapat melakukan pengaturan dari penawaran daging impor dan permintaan daging. Indonesia juga menerapkan kebijakan tarif impor.
 
Tidak dipungkiri semakin bertambahnya waktu permintaan akan daging baik untuk masyarakat maupun pengusahan semakin bertambah namun persediaan dari dalam negeri belum bisa mencukupi, jadi masih tetap membutuhkan ada nya impor sapi. Pemerintah juga dapat diharapkan mulai saat ini untuk mengembangbiakan populasi sapi lokal dimana sapi tersebut dapat menjadi sapi yang produktif dan memiliki kualitas daging sapi yang baik. Para peternak dapat memberikan pakan ternak dengan kualitas yang baik. Pemerintah dapat membuat rumah potong hewan sesuai dengan standar internasional.
 
Pemerintah indonesia harus ketat dalam impor sapi ini. Indonesia hanya bisa menerima impor sapi yang sudah bersetifikat sehat dan sesuai dengan kentetuan yang seharusnya. Para negara yang mengeskpor sapi ke indonesia harus melengkapi surat izin, surat keterangan bahwa sapi yang dikirmkan tersebut terbebas dari penyakit dan pihak indonesia harus teliti bahwa surat tersebut asli tidak palsu. Indonesia sudah mempercayai untuk berkerjasama dengan negara dari australia. Menurut sepengetahuan saya di australia sudah ada rumah pemotongan hewan dengan cara islam.
 
 

 

 
 
Refrensi
 
http://www.scribd.com/doc/58217607/Permasalahan-Impor-Daging-Indonesia
 
http://ternaksapiku.com/perbanyak-jumlah-sapi-selamatkan-kebutuhan-rakyat/
 
http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2012/02/24/55773/Stok-Sapi-Minim,-Pedagang-Resah-

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: