Tokoh koperasi Friedrich Wilhelm Raiffeisen

Friedrich Wilhelm Raiffeisen (lahir di Hamm (Sieg), Jerman, 3 Mei 1818 – meninggal di Neuwied, Jerman, 11 Maret 1888 pada umur 69 tahun) adalah seorang pemimpin koperasi Jerman.

Raffesien adalah seorang pelopor sistem koperasi kredit dan juga bank koperasi, sehingga beberapa koperasi kredit dan bank koperasi telah dinamai dengan nama Raffeisen.

 

Anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Ayahnya seorang petani yang juga pemah menjadi

kepala pemerintahan lokal setempat. Pemuda Raiffeisen menempuh pendidikan

militer. Ia pemah bertugas di Cologne, Coblenz dan Sayn.

Tetapi karena sakit matanya, ia kemudian meninggalkan tugas militernya pada

tahun 1843, dan menjadi pegawai sipil biasa. Pada tahun 1845 setelah memperoleh

pendidikan singkat, ia pada tahun 1845 diangkat menjadi kepala pemerintahan di

distrik Weyerbusch. Karena prestasinya yang baik, pada tahun 1848 ia mendapat

tugas untuk memimpin pemerintahan, sebagai major, atau setingkat Walikota, di

distrik yang lebih besar yaitu Flammersfeld. Pada tahun 1852 ia memimpin distrik

Heddesdorf, dekat Neuwed.

Sebagai anak petani, dia akrab dengan kehidupan petani. Betapa sulitnya

petani untuk memperoleh kredit dari perbankan pada saat itu dan betapa penderitaan

para petani mendapat tekanan dari para pemilik tanah yang luas, atau para landlord.

Maka bertolak dari hal-hal yang demikian itulah, pada masa menjadi Walikota di

Flammersfeld tahun 1848, Raiffeisen mendorong dan mendukung keras lahirnya

koperasi kredit di kalangan petani, yang kemudian dikenal dengan sebutan koperasi

kredit model Raiffeisen. Tatkala infeksi matanya kembali terasa mengganggu tugas

kedinasannya, pada tahun 1865, pada usia 47 tahun dia mengajukan pensiun.

Mengingat tanggungan keluarga masih cukup besar dan gaji sebagai

pensiunan relatif kecil, maka ia memutuskan untuk ikut terjun langsung dalam

mengembangkan koperasi kredit Raiffeisen. Koperasinya itu kemudian berkembang pesat sebagai lembaga keuangan yang modern, maju, luas dan berkembang seperti

yang dapat kita saksikan hingga saat ini.

Ketika Raiffeisen meninggal dunia, di Jerman telah berdiri tidak kurang dari 425

koperasi kredit pedesaan (Deutscher Raiffeisenverband e V. Adenauerallee 127

D.53113 Bonn).

Dia menjadi walikota dari beberapa kota di Jerman: dari tahun 1845 dia menjadi walikota Weyerbusch/Westerwald; dari tahun 1848 dia menjadi walikota Flammersfeld / Westerwald, dan terakhir ia menjadi walikota Heddesdorf dari 1852 hingga akhir 1865, ketika pada usia 47, kesehatan yang buruk pun mengakhiri kariernya – ia terserang penyakit tipus pada 1863 selama berlangsung epidemi yang juga menyebabkan isterinya meninggal dunia.

 

 

Sejarah koperasi kredit dimulai pada abad ke-19. Ketika Jerman dilanda krisis ekonomi karena badai salju yang melanda seluruh negeri. Para petani tak dapat bekerja karena banyak tanaman tak menghasilkan. Penduduk pun kelaparan.

Situasi ini dimanfaatkan oleh orang-orang berduit. Mereka memberikan pinjaman kepada penduduk dengan bunga yang sangat tinggi. Sehingga banyak orang terjerat hutang. Oleh karena tidak mampu membayar hutang, maka sisa harta benda mereka pun disita oleh lintah darat.

Kemudian tidak lama berselang, terjadi Revolusi Industri. Pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia diambil alih oleh mesin-mesin. Banyak pekerja terkena PHK. Jerman dilanda masalah pengangguran secara besar-besaran.

Melihat kondisi ini wali kota Flammersfield, Friedrich Wilhelm Raiffeisen merasa prihatin dan ingin menolong kaum miskin. Ia mengundang orang-orang kaya untuk menggalang bantuan. Ia berhasil mengumpulkan uang dan roti, kemudian dibagikan kepada kaum miskin.

Ternyata derma tak memecahkan masalah kemiskinan. Sebab kemiskinan adalah akibat dari cara berpikir yang keliru. Penggunaan uang tak terkontrol dan tak sedikit penerima derma memboroskan uangnya agar dapat segera minta derma lagi. Akhirnya, para dermawan tak lagi berminat membantu kaum miskin.

Raiffeisen tak putus asa. Ia mengambil cara lain untuk menjawab soal kemiskinan ini. Ia mengumpulkan roti dari pabrik-pabrik roti di Jerman untuk dibagi-bagikan kepada para buruh dan petani miskin. Namun usaha ini pun tak menyelesaikan masalah. Hari ini diberi roti, besok sudah habis, begitu seterusnya.

Berdasar pengalaman itu, Raiffeisen berkesimpulan: “kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri. Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka juga. Pinjaman harus digunakan untuk tujuan yang produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan pinjaman adalah watak si peminjam.”

Untuk mewujudkan impian tersebutlah Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani miskin akhirnya membentuk koperasi bernama Credit Union (CU) artinya, kumpulan orang-orang yang saling percaya.

Credit Union yang dibangun oleh Raiffeisen, petani miskin dan kaum buruh berkembang pesat di Jerman, bahkan kini telah menyebar ke seluruh dunia.

Prinsip-prinsip ditanamkan oleh Friedrich Wilhelm Raiffeisen (1818-1883)
Gagasan Credit Union pertama kali  dari pemikiran Friedrich Wilhelm Raiffeisen sebagai Walikota beberapa daerah pedesaan di Jerman, dimana ketika itu terjadi kelaparan besar menimpa kehidupan mereka. Sehingga, sebagai bentuk dedikasi dalam hidupnya Ia mendirikan  suatu perkreditan masyarakat bagi penduduk asli. Terdorong oleh rasa kasih antar sesama manusia dan pengalaman  Raiffeisen dapat menjadi petunjuk untuk diikuti sebagai kerja credit union itu sendiri. Prinsip-prinsip yang ditanamkan adalah tabungan anggota, pembagian pendapatan diperoleh dari usaha anggota melalui sistem credit union, memiliki para staf/pegawai yang terpilih dan mengembangkan adanya tabungan sukarela sesuatu yang dahsyat sebagai peninggalan Raiffeisen.

http://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_Wilhelm_Raiffeisen

http://www.smecda.com/Files/infosmecda/misc/INSPIRASI%20DAN%20PERINTISAN%20KOPERASI.pdf

http://melaniacu.com/index.php/tentang-melania/tentang-kopdit/tentang-credit-union

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: