Kebijakan Ekonomi

KEBIJAKAN EKONOMI

Kebijakan Moneter adalah suatu usaha untuk mengendalikan keadaan ekonomi agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi keseimbangan harga dan inflasi.

Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang di tentukan oleh beberapa faktor seperti berikut ini :

  • Kesempatan kerja
  • Kestabilan harga
  • Neraca pembayaran internasional

Kebijakan moneter terbagi menjadi 2,yaitu ;

  1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
    Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
  2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
    Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar.

Contoh kebijakan moneter :

Mata uang negara-negara Asia menguat dalam 3 pekan berturut-turut, terpanjang sejak Oktober 2010, karena penanam modal asing menambah kepemilikan aset regional untuk memperoleh manfaat dari kawasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia tersebut.Indeks Asia Dollar Bloomberg-JPMorgan yang mencakup 10 mata uang paling diperdagangkan di kawasan menguat ke level tertinggi dalam 13 tahun karena pengelola dana asing membeli US$3 miliar saham Korea, Taiwan, dan Thailand pada pekan lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan nilai saham yang dijual.

Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana dan kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dana nya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau dengan kata lain, kebijakan fiskal adalah kebjakan pemerintah yang berkaitan dengan penerimaan atau pengeluaran Negara.

Contoh kebijakan fiskal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi,pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. subsidi BBM dan listrik, kebijakan tentang penghasilan tidak kena pajak yang dinaikkan 10% yang tertuang dalam PP/UU APBN 2006 ( pajak ditanggung oleh pemerintah )

Tujuan kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian.

Dalam indikator kebijakan ekonomi yang biasa nya dipakai adalah anggaran defisit,yaitu selisih antara pengeluaran pemerintah dengan penerimaan

Kebijakan fiskal dapat diharapkan membantu pemerintah mengurangi atau menambah dalam lingkaran bisnis.

macam-macam kebijakan fiskal :

  • anggaran belanja berimbang
  • anggaran pembiyaan fungsional
  • kebijakan pengelolaan anggaran
  • kebijakan stabilitas anggaran otomatis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: